Kesederhanaan Pemimpin

Alkisah satu saat Salman Al Farisi yang dipercaya sebagai walikota tengah berjalan-jalan di sudut kota. Saat itu ia bertemu dengan seorang saudagar yang membawa beban yang sangat berat. Penampilan Salman yang sangat sederhana tersebut layaknya orang kebanyakan mengundang keinginan orang yang membawa beban berat itu untuk diminta bantuannya.

Salman Al Farisi tanpa risih bersedia membantu membawa beban itu, kendati sangat berat.

Saat berjalan menuju ke arah kota, Salman selalu mendapat salam dari orang yang dijumpainya. Hingga sang saudagar itu bingung, karena yang dimintai tolong itu selalu ditegur dengan sebutan walikota.

Hingga akhirnya terbersit hatinya untuk bertanya siapa sebenarnya sosok yang tengah membantunya membawa beban berat itu. Dia adalah Salman Al Farisi, seorang pemimpin umat yang sangat bersahaja, dan sangat sederhana.

Saat orang Syam itu menyadari, bahwa kuli panggulnya itu adalah seorang walikota Madain. Orang Syam itu pun menjadi gugup, kata-kata penyesalan dan permintaan maaf mengalir dari bibirnya. Dia mendekat hendak mengambil beban yang di bawa Si lelaki suruhannya, tetapi Sang walikota menolak dan berkata, “Tidak, biar kuantar sampai rumahmu.

Salman adalah sosok pemimpin yang tak pernah ada satu pun pengawalan pada dirinya, dan tak ada ajudan yang setiap saat mendampingi,

Salman adalah tipologi pemimpin Islam yang menjalani kehidupan dengan sangat sederhana. Gaji yang diperolehnya dari baitul maal tidak pernah sepenuhnya digunakan untuk keperluan dirinya, melainkan dibagikannya kepada rakyatnya yang membutuhkannya.

Sebagai seorang pemimpin umat, Salman sangat berbeda dengan tampilan pemimpin sekarang ini, yang kalau mau berpidato saja mereka diantar sampai ke meja podium. Sementara untuk berpidato disiapkan teks dan kacamata yang dibawakan oleh ajudan. Salman memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa pernah mengandalkan pegawai atau pun umatnya untuk melayaninya.

Padahal siapa pun tahu, Salman adalah sosok orang yang pemikirannya sangat brilian. Dialah yang mengusulkan agar Rasulullah membuat parit saat perang khandak, yang berakhir dengan kemenangan umat Islam.

Namun tampaknya sosok Salman Al Farisi tinggal kenangan. Di tengah glamournya kehidupan pemimpin saat ini, di tengah godaan kekuasaan yang mengharu biru. Di tengah banyaknya sosok penjilat, maka sosok gaya kepemimpinan Salman Al Farisi layak untuk diteladani.

Your Attractive Heading

Your Attractive Heading

  • Related Posts

    Sehelai Rambutmu Lebih Mulia Dari Jubah Ulama

    Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu. “Wahai Imam, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat…

    Baca lanjutan

    Saat Rasulullah meneteskan air mata

    Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ada seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru…

    Baca lanjutan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Jangan Lewatkan

    The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

    • By
    • July 13, 2025
    • 53 views
    The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

    6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

    • By
    • July 13, 2025
    • 55 views
    6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

    Why Netflix shares are down 10%

    • By
    • July 13, 2025
    • 49 views
    Why Netflix shares are down 10%

    For Families of Teens at Microsoft Surface

    • By
    • July 13, 2025
    • 46 views
    For Families of Teens at Microsoft Surface
    Review Your Cart
    0
    Add Coupon Code
    Subtotal