Antara Fir’aun dan Khalifah

Semua orang tahu bagaimana perilaku Fir’aun, yang bengis dan kejam pada masa memerintah. Bayi laki-laki diburu dan dibunuh, hanya karena mendapat bisikan bahwa bayi laki-laki yang lahir bakal mengguncang singgasana kerajaannya. Bukan hanya itu, Fir’aun juga mengaku dirinya sebagai tuhan yang memberikan kehidupan dan kematian pada rakyatnya. Begitu pongahnya Fir’aun di muka bumi sampai-sampai Allah menurunkan dua nabinya yakni Musa dan Harun untuk mengingatkannya.

Semua orang tahu, Musa sempat hidup di lingkungan istana dan diasuh oleh ibu negara. Namun Musa yang hanif dan diamanahkan oleh Allah untuk mengingatkan Musa agar kembali ke jalan yang benar. Dan Nabi Harun sebagai sosok yang lemah lembut namun tegas juga ditugaskan oleh Allah untuk bersama-sama Nabi Musa berada di satu barisan untuk menumbangkan Fir’aun.

Namun ada sebuah benang merah yang layak untuk dicermati sekarang ini, di tengah-tengah euforia demokrasi dan kebebasan berpendapat. Yakni perintah Allah pada dua Rasul-Nya, Musa dan Harun untuk senantiasa bersikap santun. “Berbicaralah kamu kepada Fir’aun dengan kata-kata yang santun. Mudah-mudahan saja Fir’aun mau ingat dan takut,” (QS Thaha [20]:44)

Kita tentu ingat bagaimana Khalifah al-Ma’mun yang begitu galau ketika mendapat cercaan dari kalangan aktivis yang selalu menghujatnya di mana-mana. Di ambang kesabarannya khalifah memanggil orang tersebut. ”Tolong jawab dengan jujur. Menurutmu, mana yang lebih baik, kamu atau Nabi Musa?”

“Sudah pasti Nabi Musa. Karena dia seorang Rasul! jawab si kritikus. Lantas khalifah bertanya,” Siapakah yang lebih jahat, saya atau Fir’aun.”
Dengan tergagap ia menjawab“Tentu tuan, Fir’aun masih lebih jahat daripada Tuan.”

Khalifah Al Ma’mun kembali bertanya, ”Kalau begitu mengapa engkau memperlakukan aku melebihi Musa memperlakukan Fir’aun. Bukankah Allah menyuruh Nabi Musa untuk bersikap santun pada Fir’aun.

Kali ini sang kritikus diam seribu bahasa.

  • Related Posts

    Bercermin pada cinta Zainab binti Rasulullah

    Zainab binti Rasulullah SAW telah wafat sejak 15 abad yang lalu, tetapi jejak cintanya pada sang suami telah meninggalkan seberkas kenangan indah yang tidak dimiliki oleh para pasangan yang mengaku…

    Baca lanjutan

    PITI Dukung Munas MUI, Kebhinekaan Jadi Pemersatu

    ​JAKARTA, SATUUMAT.COM — Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Dr. H. Serian Wijatno, menyampaikan dukungan penuh serta harapan besar agar Munas Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025 dapat menghasilkan keputusan…

    Baca lanjutan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Jangan Lewatkan

    The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

    • By
    • July 13, 2025
    • 35 views
    The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

    6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

    • By
    • July 13, 2025
    • 33 views
    6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

    Why Netflix shares are down 10%

    • By
    • July 13, 2025
    • 31 views
    Why Netflix shares are down 10%

    For Families of Teens at Microsoft Surface

    • By
    • July 13, 2025
    • 29 views
    For Families of Teens at Microsoft Surface
    Review Your Cart
    0
    Add Coupon Code
    Subtotal