FESTIVAL BUDAYA MASJID PANTAI BALI 2025

Merajut Budaya, Menguatkan Iman, Menyapa Dunia dari Jembrana

JEMBRANA, SATUUMAT.COM — Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 yang memadukan kegiatan di darat, laut, dan udara resmi ditutup pada Ahad, 24 Agustus 2025. Ajang ini menjadi ruang silaturahmi lintas agama, wadah penguatan ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi, serta pelestarian nilai budaya dan religius masyarakat Jembrana yang dikenal dengan kekayaan tradisi, keindahan toleransi, dan pesona pesisirnya.

Pelatihan pembuatan film, banyak menarik minat kalangan muda. Dalam Festival Budaya Masjid Pantai 2005, panitia menghadirkan Budi Sumarno sebagai salah satu instruktur pelatih.

Selama empat hari penyelenggaraan, 21–24 Agustus 2025, festival ini menghadirkan beragam kegiatan, antara lain: Balap Perahu Layar (Jukung), Balap Dayung Sampan (Omplok), Omplok layar, Workshop Film, Drone camp, Pawai Obor, Pentas Seni Budaya, Pawai Nelayan, Tabligh Akbar, Lomba Adzan, Lomba Memancing, hingga Bazar UMKM yang berpusat di kawasan Masjid Pantai Jembrana.

Selain Lomba Balap Perahu Layar, salah satu acara unggulan adalah Workshop Film “Jangan Takut Bikin Film Pendek Pakai Smartphone: Mengenalkan Jembrana melalui Media Film” bersama Budi Sumarno, praktisi film nasional, pendiri Inklusi Film Indonesia, Ketua Umum Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI), sekaligus penulis Cinema Therapy: Terapi Digital berbasis Media.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Jembrana, Kembang Hartawan yang bertemu langsung dengan Pengurus Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) menyampaikan terima kasih dan harapannya agar Jembrana bisa berkembang lebih baik lagi, khususnya melalui pengembangan ekonomi kreatif, termasuk film.

Bupati Jembrana juga berharap agar pihak swasta atau pemerintah pusat mendukung terwujudnya Bioskop di pusat kota Jembrana.

Budi Sumarno sebagai nara sumber Workshop Film menyampaikan bahwa, “Film adalah bahasa universal. Dengan smartphone, siapa pun bisa membuat karya yang mampu memperkenalkan Jembrana ke tingkat global. Inilah saatnya masyarakat Jembrana menceritakan dirinya dan memperkenalkan keindahan Jembrana kepada dunia melalui film atau video pendek.”

Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan Workshop Drone yang dipandu oleh Eko Budhi Susanto, instruktur profesional dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), guna membekali masyarakat dengan keterampilan membuat video kreatif dari udara.

Sementara itu, masyarakat juga mendapat pengalaman edukatif melalui kegiatan Pengenalan Lebah dan Madu beserta Turunannya, dipandu oleh Pak Sri Hidayat dari Madu Mutiara, Depok. Kegiatan ini menjadi wahana penting untuk mengenalkan manfaat lebah dan madu, serta potensinya sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis alam.

Firmansyah Dimmy, Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), selaku lembaga penggagas acara festival, menyampaikan rasa syukur dan harapan besarnya untuk masyarakat Jembrana agar bisa lebih kompetitif di era digital dengan tetap mempertahankan keindahan budaya Jembrana yang toleran.

Sementara itu, Imam M. Purnama, selaku Ketua Panitia menyampaikan, “Alhamdulillah, festival ini berjalan dengan sarat semangat kebersamaan. Saya terharu melihat ribuan anak2, pemuda, orang tua berbaur dalam kegiatan Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025, yang mengangkat kearifan lokal dan keindahan universal.” Ujarnya.

Arief Dharmawan yang menjadi Ketua Panitia Lokal Bali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut dan berharap agar kawasan Masjid Pantai Bali bisa menjadi destinasi wisata baru di Jembrana.

Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan. Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah dan melestarikan budaya lokal, festival ini juga membuka ruang kreatif masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi.

Related Posts

Bercermin pada cinta Zainab binti Rasulullah

Zainab binti Rasulullah SAW telah wafat sejak 15 abad yang lalu, tetapi jejak cintanya pada sang suami telah meninggalkan seberkas kenangan indah yang tidak dimiliki oleh para pasangan yang mengaku…

Baca lanjutan

Antara Fir’aun dan Khalifah

Semua orang tahu bagaimana perilaku Fir’aun, yang bengis dan kejam pada masa memerintah. Bayi laki-laki diburu dan dibunuh, hanya karena mendapat bisikan bahwa bayi laki-laki yang lahir bakal mengguncang singgasana…

Baca lanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

  • By
  • July 13, 2025
  • 35 views
The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

  • By
  • July 13, 2025
  • 33 views
6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

Why Netflix shares are down 10%

  • By
  • July 13, 2025
  • 31 views
Why Netflix shares are down 10%

For Families of Teens at Microsoft Surface

  • By
  • July 13, 2025
  • 29 views
For Families of Teens at Microsoft Surface
Review Your Cart
0
Add Coupon Code
Subtotal