Dalam suatu kesempatan Syaikh Al Junaid bertanya kepada Syaikh Al Muhasabi, “Bagaimana caranya agar dapat bersabar atas perlakuan tidak baik orang lain kepadaku?” Al Muhasabi menjawab, “Pikirkan olehmu bahwa orang yang berlaku tidak baik kepadamu adalah utusan Allah untuk mendidik dirimu menjadi orang sabar. Kemudian, pikirkan pula bahwa perlakuan tidak baik tersebut adalah balasan atas ketidakbenaran perilakumu kepada orang lain. Engkau jangan terburu-buru menyalahkan orang lain yang berlaku kurang sopan kepadamu, “telitilah, barangkali engkau pernah bertindak kasar kepada orang lain.”
Jawaban Syaikh Al Muhasabi sesungguhnya mengisyaratkan kepada kita bahwa ketika ada orang lain yang berbuat tidak baik pada diri kita atau menyakiti diri kita, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan introspeksi (muhasabah) dan berkaca pada diri sendiri. Mencari kesalahan diri sendiri, barangkali kita pernah melakukan kesalahan pada orang lain yang fatal, sehingga Allah mengirim makhluk-Nya untuk mengingatkan kepada kita sekaligus menunjukkan kesalahan kita dengan kasat mata.
Tentu kita sering diingatkan ketika kita merasa keberatan dengan sikap orang lain yang tidak sejalan dengan sikap kita. Kita tentu sering mendengar kalimat, “coba kalau kamu berada di posisi dia, tentu kamu akan melakukan hal yang sama dengan dia.”
Semangat introspeksi diri memang harus ditumbuhkan. Kita tidak boleh buru-buru menyalahkan orang lain saat ada sesuatu yang mengganjal di dalam benak dan pikiran kita, tapi kita harus berani memulai untuk mencari kesalahan diri kita.




