Ketika jabatan gubernur Mesir kosong, sejumlah sahabat menemui khalifah Umar Ibn Khattab, dan mengusulkan agar putra beliau, Abdullah bin Umar ditunjuk menjadi gubernur Mesir.
Abdullah saat itu dipandang sebagai sosok mumpuni. Keutamaan dan sikapnya mirip dengan Umar, serta kualitas keilmuannya juga sangat memadai.
Namun betapa mengejutkan jawaban Sayidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu.” cukup satu Umar saja yang kelak mempertanggungjawabkan kepemimpinan umat di hadapan Allah Swt”.
Begitu konsistennya Umar menolak menunjuk putranya sebagai gubernur. Bahkan menjelang wafatnya, saat beliau menunjuk tim 9 suksesi pengganti beliau, yang didalamnya tokoh-tokoh seperti Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan dan salah satunya Abdullah bin Umar, beliau mewasiatkan, silakan bermusyawarah, cuma syaratnya satu, jangan tunjuk anaknya (Abdullah bin Umar) sebagai penggantinya.
Sayidina Umar ingin menekankan bahwa jabatan publik bukanlah sesuatu yang harus diwariskan ke anak cucu saudara, melainkan harus dipergilirkan pada orang -orang yang betul betul kompeten…
Introspeksi diri
Dalam suatu kesempatan Syaikh Al Junaid bertanya kepada Syaikh Al Muhasabi, “Bagaimana caranya agar dapat bersabar atas perlakuan tidak baik orang lain kepadaku?” Al Muhasabi menjawab, “Pikirkan olehmu bahwa orang…
Baca lanjutan



