Menghapus Dosa Pada Sesama

Tanpa kita sadari kita sering memaki-maki orang yang baru saja kita temui. Misalnya, saat kita mengendari kendaraan, di tengah jalan ada orang yang memotong jalan kita. Lantas caci maki pun keluar dengan lancar dari mulut kita. Bahasa yang kita pakai pun sering kali bahasa binatang.

Namun kita lupa, bahwa orang yang kita caci-maki, namanya pun tidak kita kenal. Apalagi alamatnya. Padahal kita telah membuat sakit hati orang tersebut. Dalam pandangan Islam dosa kepada Allah cukup dengan kita kita istighfar dan bertobat. Namun, dosa atau kesalahan terhadap sesama manusia, belum tentu semudah menghapus dosa kepada Allah karena manusia tidak sepemaaf Allah SWT.

“Barangsiapa yang mempunyai kezhaliman kepada saudaranya mengenai hartanya atau kehormatannya, maka diminta dihalalkanlah kepadanya dari dosanya itu sebelum datang hari di mana nanti tidak ada dinar dan dirham (hari kiamat), di mana akan diambil dari pahala amal kebaikannya untuk membayarnya. Kalau sudah tak ada lagi amal kebaikannya, maka akan diambil dari dosa orang yang teraniaya itu, lalu dipikulkan kepada orang yang menganiaya itu” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain yang semakna, Rasulullah SAW. bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari Kiamat datang membawa amalan shalatnya, puasanya, dan zakatnya. Pada saat yang sama, ia juga membawa dosa mencaci si fulan, membunuh si fulan, memakan harta si fulan. Pahala kebaikan-kebaikannya lalu diambil untuk diberikan kepada si fulan, si fulan, dan si fulan. Apabila kebaikannya habis sebelum dosanya tertebus, akan diambilkan dari kesalahan orang-orang yang terzalimi itu untuk ditimpakan kepadanya lalu ia dimasukkan ke dalam neraka.” (HR Muslim).

Bisa jadi dengan kita tidak minta maaf pada yang bersangkutan, kita tidak akan terbebaskan dari dosa yang telah kita lakukan pada orang tersebut. Inilah otoritas Allah yang diberikan kepada manusia. Allah sendiri tidak akan memaafkan seseorang atas kesalahan yang pernah diperbuatnya dengan sesama manusia, sebelum di antara mereka sendiri dapat saling memaafkan.Masalahnya, kemana harus minta maaf, sedangkan nama dan alamatnya kita tidak tahu, sementara kita telah menorehkan luka di hati orang tersebut. Naudzubillah.

  • Related Posts

    Saat Imam Al Bukhari Menjawab Tidak Tahu

    Menjawab pertanyaan dengan kata ” tidak tahu”, bukan berarti orang yang ditanya itu orang bodoh. Contohnya, Imam Al Bukhari. Satu saat imam AL Bukhari yang dikenal sebagai seorang hafidz Al…

    Baca lanjutan

    Saat Rasulullah Meneteskan Air Mata

    Pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, terdapat seorang sahabat bernama Abu Dujanah. Setiap usai menjalankan ibadah shalat berjamaah shubuh bersama Baginda Nabi, Abu Dujanah selalu tidak sabar. Ia terburu-buru…

    Baca lanjutan

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Jangan Lewatkan

    The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

    • By
    • July 13, 2025
    • 64 views
    The New Threat to Wolves in and Around Yellowstone

    6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

    • By
    • July 13, 2025
    • 64 views
    6 Bots That Deliver Science and Serendipity on Twitter

    Why Netflix shares are down 10%

    • By
    • July 13, 2025
    • 57 views
    Why Netflix shares are down 10%

    For Families of Teens at Microsoft Surface

    • By
    • July 13, 2025
    • 58 views
    For Families of Teens at Microsoft Surface